• Home
  • About
  • Contact
    • Email
Instagram Facebook Google +
 #SoloTrip
Dear teman-teman pembaca,

Setelah menulis 2 artikel mengenai Overland Flores dan Waerebo, banyak sekali pertanyaan tentang budget perjalanan Flores Saya yang lalu (meskipun sebenarnya sudah lewat hampir 2 tahun).

Mohon maaf, Saya tidak setiap hari buka blog sehingga belum bisa balas satu-satu komen maupun email-nya. Semoga tulisan ini dapat sedikit membantu teman-teman semua yaa.. 

Oiyaa, banyak juga yang tanya contact person boat, penginapan, dll ... mohon maaf, semua ada di HP Saya yang rusak. Sayapun kehilangan.

Saya detailkan semua estimasi pengeluaran dan estimasi waktu perjalanan selama di FLores. Sebenarnya uang yang saya keluarkan tidak sebanyak itu (beberapa karena sharing dengan traveller lain dan beruntung dibayarin orang, hehehe). Harga-harga dibawah ini siapa tahu bisa jadi patokan, tapi kembali lagi, saat disana, teman-teman mungkin  bisa mendapatkan yang berbeda (lebih mahal atau lebih murah).


Semoga perjalanan kalian menyenangkan ya!

Thanks & regards,
Gemilang Andriyanti Roberto
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

September memang ceria, apalagi untuk saya diminggu terakhir bulan ini. Kenapa? Pertama, band indie  kesukaan saya (Payung Teduh) manggung di Malang. Kedua, saya punya beberapa rencana perjalanan minggu ini (sebagian unexpected) dan semua berjalan non stop.

Mulai dari nonton  konser Payung Teduh yang selalu istimewa buat saya, lalu pada hari yang sama saya lanjut ke Bromo. Lain kali saya akan bercerita tentang Bromo, tapi kali ini saya skip dulu dan lanjut ke trip di Pulau Menjangan.

Bukan pertama kalinya saya pergi ke Pulau Menjangan. Karena tempat tersebut sangat indah, saya jadi semacam kangen dengan tempat ini, that's why I come back. Saya selalu merekomendasikan tempat ini kepada teman-teman yang suka dengan aktivitas olahraga air seperti snorkeling atau  diving. Sejauh ini, Menjangan masih jadi spot underwater paling favorit bagi saya.

Beberapa opsi transportasi dapat dengan mudah saya pilih karena berangkat dari Surabaya. Jika biasanya saya pergi dengan mobil pribadi, kali ini saya ingin yang lain. Sejak perjalanan overland Flores, saya jadi lebih suka 'estafet' kemana-mana. Menyesuaikan jadwal dan kondisi, saya pilih naik Bus Malam rute Surabaya - Gilimanuk yang berangkat kira-kira pukul 10.30 WIB (sudah all in dengan penyeberangan Kapal Ferry).

Let go get lost - kata tulisan dalam tas saya sih :p
Saya sampai di Gilimanuk kira-kira jam 05.00 WITA. Turun dari bis, seperti biasa jalan kaki sekitar 5 menit menuju ke terminal Gilimanuk dan ganti dengan minibus ke arah Singaraja. Hanya sekitar 30 menit dari Gilimanuk menuju kawasan Pulau Menjangan. Saya masih harus melanjutkan perjalanan dengan public boat untuk menyeberang ke pulau tersebut. Ada 2 pelabuhan yang biasa digunakan para boatman  untuk bersandar, Labuhan Lalang dan Banyuwedang, saya berangkat dari Labuhan Lalang yang lebih dekat dari Gilimanuk. Pak Nyoman dan boatman sudah siap dengan kapal untuk saya dan teman-teman.

Selamat datang di Labuhan Lalang, Bali
Briefing dari pak Nyoman, sekalian coba gear


Pulau Menjangan merupakan kepulauan cantik yang berlokasi dikawasan Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Gerogak, 20 menit dari pelabuhan Gilimanuk menuju ke barat laut Pulau Bali. Pulau kecil tersebut menyuguhkan pemandangan bawah laut yang luar biasa. Ribuan ikan dengan berbagai macam warna, ukuran, dan jenis yang berbeda, eloknya trumbu karang yang alami, serta suasana yang segar dan bersih mampu menyihir para wisatawan untuk berlama-lama menikmati keindahannya. Termasuk saya.

Ada banyak spot di pulau ini yang wajib dikunjungi. Setiap spot memiliki keistimewaan masing-masing dengan keindahan yang sama-sama awesome. Tidak akan cukup hanya sehari untuk mengelilingi seluruhnya.



Saya menuju Coral Garden sebagai tujuan pertama, melewati Goa Kelelawar dan Pura Ganesha. Perjalanan hanya 20 menit sampai di spot pertama. Sesuai namanya, spot ini menawarkan keindahan koral bawah laut yang sangat beragam dengan warna-warna yang cerah. Jangan buru-buru terpesona dengan keindahan Coral Garden, ini baru spot pertama.

Goa Kelelawar, boleh mendekat tapi dilarang masuk
Pura Ganesha


Halo, Nemo!








Menjangan bukan pulau besar, tidak perlu waktu yang lama untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Kira-kira setelah satu jam snorkeling di lokasi pertama, Pak Nyoman mengantarkan saya menuju spot berikutnya. Saya menuju Cave Point, goa dibawah air yang dihiasi dengan koral warna-warni dan ikan yang tidak terhitung jumlah dan ragamnya. Jika bisa menyelam kebawah, kita bisa melihat ikan yang aneh-aneh sedang bersembunyi dibalik karang. Cantik sekali.


Lobster malu-malu










Patrick Star!
Terowongan dalam air, sebenarnya lebih dalam dari yang di gambar



Ada yang bisa hitung jumlah ikannya?

Hampir dua jam saya berenang dan bahkan tidak merasa lelah. Pemandangan bawah laut Menjangan yang dapat dinikmati tanpa diving, sangat membantu bagi saya yang belum punya lisence. Tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk menyentuh ikan atau melihat koral dan biota laut dari dekat.

Kemudian kami melanjutkan spot berikutnya ke arah pos 1. Sambil beristirahat, kami masak-masak di atas kapal. Sebenarnya cuma sandwich dan kopi, ya tapi pasti beda rasanyanya jika dinikmati ditempat yang keren luar biasa. Dokumentasi dan selfie nggak boleh lupa.


Kenyang dan cukup istirahat, saya nyemplung lagi. Masih belum puas ternyata walaupun sudah 3 jam main air. Bergerak ke arah barat dari Cave Point, menurut Pak Nyoman, kami bisa temukan Crystal Coral disana. Spot terakhir hari ini menjadi lokasi yang paling membuat saya jatuh hati. Selain ikan dan koral, saya bisa melihat the drop-off nya yang tanpa batas sedalam kira-kira 60 meter. Beruntung juga saya bertemu dengan ular laut yang sangat besar, karena takut kehilangan momen saya hanya rekam videonya.

Diatas The Drop-Off



















Setelah nyemplung lagi dilokasi terakhir, saya merasa cukup meskipun sebenarnya masih hutang beberapa spot lagi. Hari sudah menjelang sore maka saya pikir sudah waktunya pulang. Sebelum pulang, saya dan teman-teman mampir berkeliling pulau sambil mengeringkan badan.

Selain merupakan tempat yang terkenal sebagai lokasi underwater sport, Pulau Menjangan juga merupakan tempat beribadah bagi masyarakat lokal Bali. Mereka datang, khususnya pada hari minggu untuk sembahyang. Terdapat pura diatas pulau yang sehari-harinya tidak dihuni manusia. Penghuni pulau ini sesuai dengan namanya adalah Menjangan atau rusa. Ya, sebenarnya Pulau ini adalah tempat konservasi.








Pura Ganesha
Menyapa yang punya rumah :)

Saya mengakhiri perjalanan saya di Pulau Menjangan dan kembali menuju Surabaya. Belum tuntas memang, tapi lebiih baik begitu agar selalu punya alasan untuk kembali, Dengan rute dan bus yang sama saya pulang. Tiba kembali di Surabaya pukul 04.00 WIB.

Tips :
Bawalah kamera anti air yang pasti jauh lebih diibutuhkan daripada kamera dslr. Pakailah sunblock karena jika sudah lihat keidahannya, kita tidak akan tahan cuma berenang sebentar saja. Jangan lupa untuk selalu menjaga keselamatan diri sendiri dan keselamatan lingkungan, koralnya jangan diinjak-injak ya. Oya, untuk yang tidak bisa berenang, tidak perlu takut karena guide akan mendampingi selama snorkeling bahkan diajari lebih dahulu.

"We're not Spongebob, Patrick, neither Sandy. But everyone loves underwater, right?"


Saya nggak yakin tulisan saya dibaca, tapi pasti foto-fotonya dilihat. Terus, yang sudah view masih kuatkah kalian menahan godaan racun traveling saya ini? Kalau sudah mulai nyerah, yuk kita berangkat ... hehehe

Share
Tweet
Pin
Share
12 comments
Older Posts

About me

About Me

Free Individual Traveller. Not a good writer, yet a story teller.

Sketching @_proyeksampingan |a Part of @Tukar_Cerita (Podcast)

Follow Me

  • Podcast
  • Instagram
  • Facebook
  • Soundcloud
  • Google +

recent posts

Blog Archive

Facebook Twitter Instagram Soundcloud


FOLLOW ME @INSTAGRAM



Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates